Tampilkan postingan dengan label Inpiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inpiratif. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Februari 2014

Kisah Inspiratif, Persaudaraan


Dua bersaudara bekerja bersama-sama di ladang milik keluarga mereka. Yang seorang telah menikah dan memiliki sebuah keluarga besar. Yang lainnya masih lajang. Ketika hari mulai senja, kedua bersaudara itu membagi sama rata hasil yang mereka peroleh.

Pada suatu hari, saudara yang masih lajang itu berpikir, "Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku masih lajang dan kebutuhanku hanya sedikit." Karena itu, setiap malam ia mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di lumbung milik saudaranya.

Sementara itu, saudara yang telah menikah itu berpikir dalam hatinya, "Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku punya istri dan anak-anak yang akan merawatku di masa tua nanti, sedangkan saudaraku tidak memiliki siapa pun dan tidak seorang pun akan peduli padanya pada masa tuanya." Karena itu, setiap malam ia pun mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di lumbung milik saudara satu-satunya itu.

Selama bertahun-tahun kedua bersaudara itu menyimpan rahasia itu masing-masing, sementara padi mereka sesungguhnya tidak pernah berkurang, hingga suatu malam keduanya bertemu, dan barulah saat itu mereka tahu apa yang telah terjadi. Mereka pun berpelukan menyadari betapa beruntungnya mempunyai saudara.
***
Jangan biarkan harta, uang atau apapun yang bersifat materi merusak persaudaraan, justru pereratlah persaudaraan tanpa memusingkan harta.

Sumber: Facebook / Setitik Embun Inspirasi Bagi Jiwa

Senin, 27 Januari 2014

Kisah Inspiratif : Toko Istri


TOKO ISTRI


Selepas tengah malam ! Toko yang menjual istri telah dibuka.....dimana pria dapat memilih wanita untuk dijadikan sebagai seorang istri.

Diantara instruksi-intruksi yang ada di pintu masuk, terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut:

Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI !

Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan kelompok calon istri.

Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai wanita tersebut. Kamu dapat memilih wanita di lantai tertentu juga boleh memilih ke lantai berikutnya, tapi dengan syarat tidak bisa turun lagi ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko.

Lalu, seorang pria pun pergi ke TOKO ISTRI tersebut untuk mencari istri. Di setiap lantai terdapat tulisan seperti ini:

Lt 1:
"Wanita di lantai ini taat pd Tuhan & pandai memasak."

Pria itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

Lt 2:
"Wanita di lantai ini taat pd Tuhan, pandai memasak & lemah lembut."

Kembali pria itu naik ke lantai selanjutnya.

Lt 3:
"Wanita di lantai ini taat pd Tuhan, pandai memasak, lemah lembut & cantik."

''Wow!'', ujar sang pria, tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik.

Lalu sampailah pria itu di lt. 4 terdapat terdpt tulisan:
Wanita di lantai ini taat pd Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik banget dan sayang anak.

'Ya ampun!' Dia berseru, Aku hampir tak percaya!'

Dan dia tetap mlanjutkan ke lantai 5:
Wanita di lantai ini taat pada Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik banget, sayang anak & sexy..

Dia tergoda utk berhenti tapi kemudian dia melangkah ke lantai. 6 dan terdapat tulisan:

Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012.000. Tak ada wanita di lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata pembuktian untuk pria yang tidak pernah puas, terima kasih telah berbelanja di TOKO ISTRI. Mohon hati-hati ketika keluar dari sini.

Sahabat, setiap kita gak ada yang sempurna, tak ada sesuatupu yang mampu memuaskan kita di dunia ini, istri cantik dan sexy, suami tampan dan gagah, suatu saat akan membosankan bahkan membuat kita kesal dan muak, demikian juga kekayaan, rumah besar dan mobil mewah, kelihatannya begitu WAH dilihatnya, namun bagi yang telah memiliki itu semua, adalah sesuatu yang menjenuhkan dan memusingkan kepala.

Ya, hanya RASA SYUKUR dan LAPANG DADA terhadap segala yang dihadirkan buat kita, itulah yang membuat HIDUP ini begitu INDAH, karena kita selalu PUASA terhadap apa yang Allah SWT berikan kepada kita.

Kisah Inspiratif Kaktus

Kaktus dan Penantiannya

Sebatang pohon kaktus tumbuh di tengah-tengah gurun pasir yang luas. Tak ada kaktus lain yang tumbuh di sana. Ia satu-satunya kaktus yang berdiri entah di mana di gurun yang gersang itu. Kaktus itu merasa heran, untuk apa ia tumbuh di tempat itu. “Aku tak melakukan apa-apa selain berdiri di sini sepanjang hari,” keluhnya. “Lalu, apa gunanya aku ada di sini. Sepertinya aku adalah tanaman terburuk yang tumbuh di gurun ini. Lihatlah, batang-batangku kurus dan berduri. Daun-daunku kenyal seperti karet dan kasar. Kulitku tipis dan berbenjol-benjol. Aku tak dapat memberikan apa-apa. Aku tak bisa menjadi tempat berteduh ataupun buah yang segar bagi pengelana yang melintasi gurun ini. Sepertinya aku ini sungguh tak berguna.”
Memang, apa yang dilakukannya sepanjang hari hanyalah berdiri di bawah terik matahari. Setiap hari ia tumbuh semakin tinggi dan gemuk. Kini duri-durinya tumbuh semakin panjang, daun-daunnya semakin keras dan kasar. Ia tumbuh terus hingga seluruh tubuhnya bertambah kenyal dan menggelembung di sana-sini. Benar-benar kelihatan aneh sekali.
“Aku harap setidaknya aku bisa melakukan sesuatu yang berguna,” bisiknya sedih.
Pada siang hari seekor elang berputar-putar di ketinggian gurun dengan gagahnya.
“Apa yang bisa aku lakukan dengan hidupku ini?” teriak kaktus pada elang. Entah terdengar atau tidak, elang lalu terbang meninggalkannya.
Pada malam hari, bulan melayang di atas langit dan memancarkan sinar pucatnya ke seluruh penjuru gurun.
“Hal baik apa yang bisa aku lakukan dalam hidupku in?” teriak kaktus pada bulan. Tetapi bulan tetap menggantung di langit sepanjang malam.
Seekor kadal merayap di dekatnya meninggalkan jejak-jejak indah di atas pasir.
“Hai kadal,” seru kaktus. “Menurutmu manfaat apa yang bisa aku berikan dalam hidupku ini?”
“Kau?” kadal terkekeh-kekeh. Ia diam sejenak. “Manfaat darimu? Tanyalah sendiri mengapa kau tak bisa melakukan apa-apa. Lihatlah, elang bias melayang dengan indah di udara. Kita semua bisa mengagumi kemampuannya meliuk-liuk di sana. Lihatlah, bulan tergantung di langit seperti lentera di malam hari. Cahayanya menerangi kita agar bias kembali pulang ke rumah. Bahkan, aku, kadal tanah masih bisa melakukan sesuatu yang berguna. Jejak-jejakku menghiasi pasir gurun ini. Tapi kau? Kau tak melakukan apa-apa selain berdiri dengan buruknya di situ setiap hari.”
Begitulah terus hingga bertahun-tahun. Pada akhirnya, ketika sang kaktus telah menjadi tua. Usianya mungkin tinggal sebentar lagi. Ia merasa sesuatu terjadi pada tubuhnya. “Oh Tuhan,” jeritnya. “Aku telah berusaha dengan keras bertahun-tahun agar menjadi sesuatu yang berguna. Maafkan aku bila aku gagal melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi gurun ini. Aku takut aku telah terlambat.”
Tapi pada saat itu, tubuhnya terguncang dan bergetar dengan hebat. Dari dalam tubuhnya muncul dan mekarlah sebongkah bunga yang indah, bagaikan mahkota cantik di atas kerumunan kelopak bunga. Belum pernah gurun itu melihat bunga yang cantik seperti itu. Angin yang mencium wewangian aroma bunga itu terkagum-kagum dan segera menyebarkannya agar bisa dinikmati oleh seluruh penjuru gurun. Kupu-kupu yang selama ini tidak menjauh, kini mengerubungi mengagumi kecantikan bunga kaktus. Di malam hari bulan sengaja memayungi bunga kaktus sehingga menciptakan bayangan yang anggun.
Keindahan bunga itu kini melenyapkan seluruh keputus-asaan sang kaktus selama ini. Pada akhirnya ia bisa memberikan sesuatu yang berguna bagi gurun ini, bagi kehidupan ini.
Seorang pengelana yang melintasi berbisik padanya, “Kaktus, kau telah menunggu sekian lama. Kini menjelang hayatmu, akhirnya kau berhasil mempersembahkan sesuatu bagi kita semua. Tahukah kau, bahwa hati yang senantiasa mencari kebaikan pada akhirnya akan memberikan kebaikan pula. Tak peduli bagaimana wujud dan kerasnya kerjamu. Karena hanya kebaikanlah yang dapat memberikan kebahagiaan, meski hanya sejenak.” Ketika sang kaktus menatap wajah pengelana itu, tiba-tiba pengelana itu lenyap menjadi asap dan membumbung tinggi ke langit.


Persepsi Membentuk Kenyataan

Persepsi Membentuk Kenyataan

Pernah tidak kita mendengar, atau mungkin kita sendiri berprasangka pada sesuatu atau orang lain yg kemudian kita berucap " tuh..benerkan, tuh kan..,hloh kan..apa kubilang..benerkan ? ".
Bisa jadi kita sering mendengar ungkapan ungkapan seperti itu, tapi ?? apakah itu memang ungkapan yang keluar karena kita telah menemukan sebuah kebenaran ??
untuk itu, mungkin cerita di bawah ini dapat sedikit menginspirasi kita semua.


Di jaman dulu, ada seorang penebang kayu. Suatu hari dia kehilangan kapaknya, dan tanpa kapak dia tidak bisa bekerja. Dia mencurigai tetangganya yang mencuri kapaknya.

Pagi itu ketika sang tetangga berangkat, dia menutupi peralatan kerjanya dengan kain, rasanya kapaknya pasti disembunyikan disana, apalagi tetangga ini senyumnya terasa tidak tulus. Pasti dia pencurinya.

Besoknya, bahkan terasa jadi ramah berlebihan karena biasanya jarang menyapa, kali ini menyempatkan berbasa basi. Apalagi dilihat hasil tebangan kayunya 2 hari ini banyak sekali, pasti dia menebang menggunakan kapak curiannya. Semakin dipikir semakin yakin.

Pada hari ketiga baru disadari ternyata kapaknya tersimpan dilaci dapur. Istrinya yang sedang keluar kota menyimpankan disana. Senang benar hatinya karena kapaknya dapat ditemukan kembali.
Dia amati lagi tetangganya yang lewat, dan dia merasa tetangga ini tidak berkelakuan seperti pencuri, dan senyumnya juga tulus tulus saja. Bahkan percakapannya terasa sangat wajar dan jujur. Dia heran kenapa kemarin dia melihat tetangganya seperti pencuri?

Persepsi membentuk kenyataan, pikiran kita membentuk sudut pandang kita. Apa yang kita yakini akan semakin terlihat oleh kita sebagai kenyataan.
Perception creates worldview, we create our own reality. Kita menemukan apa yang kita ingin temukan. Apa yang terlihat bukan kenyataan, kenyataan adalah siapa kita dan bagaimana kita memandang semuanya itu. Pandangan kita berubah mengikuti perubahan jaman dan keadaan.

Jadi mulai hari ini, latihlah pikiran kita untuk selalu memikirkan hal-hal yg baik & benar.. Janganlah terlalu cepat menilai seseorang sebelum kita tahu pasti kebenarannya..

Positive Thinking men...
khusnudhon itu jauh lebih baik dari pada su'udhon men...(ya iyalah broo.. semua juga tau...hehe)

Selamat Datang..dan terimakasih.. :)